Pentingnya Teori Musik dalam Gereja
1 Taw 25:7
|
Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang
telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN — mereka sekalian adalah ahli seni — ada
dua ratus delapan puluh delapan orang.
|
Hai para musisi gereja! Berkembangnya dunia pelayanan saat ini, kita tau
bahwa pelayanan memerlukan musik sebagai instrument yang membantu kita dalam
beribadah. Musik gereja juga banyak memberi kontribusi dalam dunia musik.
Namun, banyak tempat pelayanan yang belum menyadari bahwa pentingnya
teori-teori dasar dalam bermusik di gereja.
Di blog ini akan dibahas Teori Dasar Musik.
Semoga Bermanfaat.. :)
Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang
ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun
menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan
musik.
Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik
yaitu suara, nada, notasi ritme, melodi, Kontrapung
Musik, harmoni, Bentuk Musik, Teori Mencipta Lagu, dlsb.
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau
dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya.
Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang
gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya.
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala(Inggris: pitch,
yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas,
dan timbre (warna bunyi).
1.
Nada
Suara dapat dibagi-bagi
ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu
menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut
terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval.
Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada
yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor,
dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik
menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dalam teori musik
diatonis barat diidentifikasikan menjadi 12 nada yang masing-masing diberi nama
yaitu nada C,D,E,F,G,A dan B. Serta nada-nada kromatis yaitu Cis/Des, Dis/Es,
Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes.
2.
Ritme
Ritme adalah
pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian
kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan
dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu
ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan
pembedaan durasi).
3.
Notasi
Notasi musik adalah
penggambaran tertulis atas musik. Jenis Notasi yaitu notasi angka, notasi
balok, notasi huruf(akord). Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan
secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua
unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada
dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya. Notasi dapat membantu teman2
dalam bermain musik di setiap acara atau kegiatan pelayanan.
4.
Melodi
Melodi adalah not-not
tunggal yang dibunyikan secara bergantian. Atau bisa disebut serangkaian nada
dalam waktu (rangkaian tersebut dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan,
atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu, biasanya
merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).
Melodi terbentuk dari
sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil dari melodi
adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki maksud atau
makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan gabungan dari Semi
Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling umum biasanya
terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan kalimat jawab
(Konsekuen).
Contoh : do re mi fa so
la si do (melodi dasar)
5.
Harmoni
Harmoni adalah dua
atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni
juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti
dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada
yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord
Contoh: Akord C = do mi
sol ( C E G) dibunyikan secara serentak
Komentar
Posting Komentar